11.2.10

Setitik Embun di Bibir Ranu Kumbolo

Memaki sunyi...
Tak lelah bibirmu menyapa keletihan peziarah mengurung beku
Kau memberi sentuhan pada layu langkahku
Sendiri tersembunyi di balik tarian rerumputan
Mendendang hembusan...

Jika memang meracun
Hanya musim yang selalu memegang janji
Tangantangan tak bosan mencaci
Kuharap masih selalu ada untuk kusentuh
Mengharap tak pernah mengalir
Kerinduanku tertanam di sini
Pada senyummu...
Terbias setitik embun di bibir Ranu Kumbolo


Sept, 2009






5 komentar:

  1. wah, puisi yg indah. sptnya kamu pecinta alam ya. lam kenal juga. tks dha ke blog aku

    BalasHapus
  2. sudah di add ya linknya. maaf telat. soalnya, byk yg minta tukeran link tapi setelah dipasang, tau2 link aku dicopot lagi.

    BalasHapus
  3. ada embun..dikala hati tersentuh cinta

    BalasHapus

Apapun yang kalian katakan akan sangat berarti bagiku