terukir rapi pada pelataran jiwa yang kini seolah meradang
masih seperti dulu apa yang kupandang
pada kesunyian sukma yang kini entah kapan akan kembali berdendang
aku terus berharap lelah tak kan pernah datang
hingga kau kembali oleskan warna pada kanvas hidupku
semoga kau tak sirna asa
aku masih yakin bahwa benih itu masih ada
aku pun yakin kau tahu itu
sesakit apapun kini yang telah kurasa
bukan penyesalan yang akan datang pada sentuhan
masih terus melintas saat kita melayang bersama
tubuhmu dan tubuhku menyatu tersiram peluh dan tawa
ketika itu aku merasa kita memang ditakdirkan menyatu
semoga segala jejak itu pun masih tetap terukir pula pada sudut hatimu
meski mulai kabur karena kebodohanku
tapi aku akan terus mencoba mengukirnya kembali
hingga tak satu pun keindahan dunia mampu melampuinya
aku berharap kau masih mau membukakan pintu untukku
dan ijinkan aku untuk membasuh segala luka
meski harus kurasa pula luka yang sama
aku tak menolak untuk itu...
sebab telah kusandarkan segalanya padamu
aku pun rela gantikan segala sakit yang kau rasa
bahkan jika harus serahkan nyawa sekalipun
0502'12
